Wednesday, June 6, 2018

Semua Wajib Jadi Teladan



Bacaan Alkitab: 1 Timotius 4:1-16

Ada seorang anak kecil, sekitar berumur 5 tahun. Dia selalu bergaul dengan anak-anak yang lebih tua darinya. Sehingga, perilakunya juga kayak orang dewasa. Kenapa demikian? Karna orang-orang dewasa tersebut memberikan teladan kepada dia. Sehingga, anak kecil tersebut selalu mengikuti perilaku orang dewasa tersebut.

Rasul Paulus mengingat muridnya Timotius untuk menjadi teladan, baik dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Timotius adalah seorang anak yang masih mudah dalam pelayanan. Untuk menghadapi adanya ajaran-ajaran sesat, Timotius harus bisa menjadi teladan bagi orang kristen lainnya.

Begitu juga dengan  kita sekarang, baik yang muda atau tua, janda atau duda, tanpa terkecuali.  Hendaklah  kita menjadi teladan dimanapun kita berada. Baik dalam  perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Sehingga dalam diri kita juga, nama Tuhan Yesus di muliakan dan kita di sebut anak-anak Allah.

Kapan lagi mau jadi teladan, kalau bukan mulai dari sekarang?

Tuesday, June 5, 2018

Pelayan Yang Menjadi Teladan


Bacaan Alkitab: 1 Timotius 3:8-13

Pada saat kita akan memimpin dan menjadi yang terkemuka di dalam sebuah organisasi atau kelompok pastilah kita akan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Tapi kebanyakan kita sok-sok baik, padahal dalam keluarga sendiri mengalami kekacauan. Orang mau meneledani kita ketika karakter/sifat kita sesuai dengan kehendak Tuhan.
 
Rasul Paulus benar-benar menakankan bagaimana sikap seorang diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah. Sebelumya mereka juga harus diuji terlebih dahulu apakah mereka tidak bercacat, dapat dipercayai dalam segala hal.

Dalam pelayanan kita bukan hanya dilihat dari luar saja tetapi orang pasti menilai kehidupan pribadi kita, apakah kehidupan kita sekarang bisa menjadi teladan dalam lingkungan kita?

Mari kita belajar untuk menjadi teladan bukan hanya dilihat orang kehidupan kita dari luar tetapi hendaklah pribadi kita juga menjadi orang yang berdampak buat orang lain.

Monday, June 4, 2018

Bukan Sembarang Pekerja


Bacaan Alkitab: 1 Timotius 3:1-7

Pernahkah anda melamar pekerjaan di sebuah perusahaan atau toko? Tentu ketika anda melamar pekerjaan tersebut, ada syarat-syaratnya bukan? Jika anda memenuhi semua syarat-syarat tersebut pasti anda diterima di perusahaan/toko tersebut bukan?
 
Begitu juga dengan seoraang pelayan Tuhan, seorang pelayan Tuhan bukan sembarangan orang. Dalam bacaan kitab kali ini, di jelaskan kepada kita syarat-syarat untuk menjadi sebagai pelayan Tuhan, sebagai berikut: tidak bercacat, bijaksana, sopan, mengasihi sesamanya, cakap mengajar, bukan peminum, bukan pemarah, pendamai, bukan hamba uang, dll. Syarat-syarat inilah yang harus dipunyai oleh seorang pelayan Tuhan, jika seseorang tidak bisa memenuhi syarat tersebut maka dia tidak bisa menjadi seorang pelayan Tuhan. Karna, bagaiman bisa dia melayani Tuhan jika hidupnya tidak berkenan dihadapan Tuhan. Seorang pelayan Tuhan adalah orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus serta beriman sehingga dia mempunyai buah-buah Roh ( Gal. 5:22-23).

 Bersyukurlah anda yang sekarang bisa melayani Tuhan, karna itu bukan pekerjaan yang mudah dan tidak semua orang bisa melakukanya. Oleh karena itu, hendaklah kita melayani Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Anda adalah seorang pelayan yang telah memenuhi syarat-syarat yang di kehendaki Tuhan. Sehingga, anda bisa disebut pelayan Tuhan.

Jangan  lelah  bekerja  di  ladanganya
Tuhan...

Saturday, June 2, 2018

Tuhan Melihat Hati


Bacaan Alkitab: 1 Timotius 2:8-15

Pada hari minggu ada keluarga mereka rajin untuk pergi beribadah, dengan penampilan layaknya orang yang mau pergi kepesta ditambah dengan penampilan mereka yang berlebihan, yang hanya ingin dipuji oleh manusia. Mereka datang ke gereja hanya untuk memamerkan pakaiannya, dan hanya merupakan rutinitas saja.

Rasul Paulus menasehatkan jemaat agar mereka dalam beribadah datang dengan sederhana, dan bersikap sopan, karena Tuhan melihat hati kita yang sungguh-sungguh memiliki kehausan akan Tuhan dan ingin bertemu dengan Dia. Semuanya itu menggambarkan sikap pengendalian yang baik, bukan mencari popolaritas atau perhatian dari manusia, tetapi yang lebih penting adalah mencari perkenanan Allah. Bagaimana dengan sikap ibadah kita? Apakah kita datang beribadah mencari perkenanan dari Allah atau manusia?

Mari kita sama-sama belajar memiliki sikap yang benar dalam beribadah, karena Tuhan melihat hati kita bukan melihat penampilan yang kita tonjolkan.

Friday, June 1, 2018

Doa Untuk Pemimpin Bangsa


Bacaan Alkitab: 1 Timotius 2:1-7

Maju tidaknya sebuah negara ditentukkan oleh seorang pemimpin. Pemimpin yang baik sudah otomatis yang dia pimpin itu pasti  akan berkembang. Sedangkan, pemimpin yang suka korupsi atau hal-hal lain yang bersifat mementingkan sendiri. Pasti negara atau daerah yang dia pimpin tersebut akan menuju kehancuran. 

Begitu pentingnya seorang pemimpin dalam sebuah negara, daerah atau kelompok. Tanpa seorang pemimpin semua kegiatan dalam kelompok tersebut tidak akan berjalan dengan lancar. Rasul Paulus mengingatkan kita supaya kita selalu mendoakan para pembesar-pembesar atau raja-raja. Kita tau, bahwa di Indonesia ini pemimpin kita mayoritas semua islam. Meskipun mereka islam dan belum percaya kepada Tuhan Yesus,  kita harus selalu mendoakan mereka karna mereka di pakai Allah dengan sungguh luar biasa dan supaya mereka bisa memimpin negara ini dengan baik. Yakin dan percaya setiap doa yang kita panjatkan, Allah pasti mendengarnya.

Berdoalah buat para pembesar di negara ini, sehingga kita dapat hidup tenang dan tentram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

Pokok-pokok doa:
Ø  Berdoa buat Presiden/wakil Presiden
Ø  Manteri
Ø  Gubernur
Ø  Dan penjabat lainnya