Wednesday, June 13, 2018

Memperoleh Mahkota


Bacaan Alkitab: 1 Timotius 6:11-21

Ketika anda mengikuti pertandingan atau perlombaan, tentu anda ingin menjadi seorang pemenang. Sehingga, ketika anda menjadi juara dan anda di beri sebuah mahkota sebagai lambang bahwa anda adalah pemenang. Untuk menjadi juara, bukan hal yang mudah untuk diraih. Oleh karena itu, untuk menjadi juara perlu yang namanya ketekunan, perjuangan dan mengikuti aturan-aturan pertandingan sehingga anda menjadi juara.

Pada bacaan alkitab kali ini, Rasul Paulus mengingatkan kita supaya kita tetap berjuang mempertahankan iman kita. Sehingga, ketika Yesus datang yang kedua kalinya kita sudah siap menyambut Dia dan kita memperoleh mahkota kehidupan kekal. Untuk memperoleh mahkota kehidupan kekal, bukan segampang membalikkan telapak tangan. Melainkan, membutuhkan perjuangan yang sangat berat.

Oleh karena itu, kita sebagai orang percaya yang ingin memperoleh mahkota hidup kekal kita harus menjauhi segala kejahatan dan melakukan yang baik dihadapan Tuhan, serta beribadah kepadamya. Dan kita harus memiliki buah-buah Roh, sehingga nama Tuhan Yesus Kristus di muliakan dalam hiidup kita.

Tuesday, June 12, 2018

Cukupkanlah Apa Yang Ada


1 Timotius 6:2-10


Ada seorang bapak yang pergi beribadah setiap minggu, dia sangat rajin beribadah, tetapi tidak dengan motivasi yang benar dia datang kepadaTuhan. Dia punya pemikiran bahwa dalam ibadah tersebut dia bisa memperoleh keuntungan bagi dirinya, sebab orang yang beribadah akan selalu diberkati Tuhan, tetapi tidak demikian, dia memang mendapat berkat. tetapi,  tidak merasa puas dengan apa yang telah diperoleh. Tuhan  memberkati setiap orang yang datang dengan sungguh-sungguh datang kepadanya beribadah serta dengan motivasi yang benar. Sebab firman Tuhan berkata “karena akar segala kejahatan ialah cinta uang”. Memang kita perlu uang tetapi janganlah menghalalkan segala cara untuk memperolehnya.

Rasul Paulus mengingatkan kepada Timotius agar dia menasehatkan jemaat supaya mereka tidak tergoda, jika ada seseorang yang mengajarkan ajaran yang tidak menurut perkataan sehat, tidak menurut perkataan Tuhan, dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah. Memang ibadah itu kalau disertai dengan rasa cukup, memberi keuntungan yang besar, (ayat 6).

Oleh karena itu, marilah kita belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita, dan beribadah dengan sungguh-sungguh, dating kepada Tuhan dengan motivasi yang benar dan tidak mencari keuntungan.

Saturday, June 9, 2018

Berani Menyatakan Kebenaran



Bacaan Alkitab: 1 Timotius 5:20

Disuatu desa, hiduplah seorang pemuda. Kesehariannya adalah melakukan hal-hal yang tidak benar di hadapan Tuhan. Pada suatu hari, ketika dia berada di sebuah tempat perjudian. Tiba-tiba ibunya datang dan menghampiri pemuda tersebut. Ketika ibunya sampai, ibunya sangat marah dan menegur dia supaya tidak main judi. Kalau main judi lagi, dia akan melaporkan kepada polisi. Sehingga, orang lain yang mendengar perkataan ibu itu mereka takut dan mulai pada saat itu tidak ada lagi yang main judi karna mereka takut dilaporin kepada polisi.

Paulus mengingatkan Timotius, supaya Timotius harus berani menegur orang yang berdosa. Baik yang muda, maupun yang tua. Dan Rasul Paulus menekankan lagi, Timotius harus menegurnya di depan banyak orang banyak. Dengan tujuan supaya orang-orang yang mendengar juga tidak melakukan hal-hal yang tidak baik.

Disini, kita diajarkan untuk menyatakan kebenaran. Demi kebaikan seseorang kita harus menegur dia, suapaya dia lebih baik lagi dan tidak melakukan dosa.

Friday, June 8, 2018

Peduli Pada Orang Yang Berkekurangan


Bacaan Alkitab: 1 Timotius 5:3-16

Pada suatu hari ketika saya sedang berangkat menuju kampus, menggunakan angkutan umum. Ada seorang pemuda yang mengemis dengan penampilan bukan pengemis benaran, sehingga tidak ada yang memberinya. Dan tidak lama kemudian ada lagi pengemis seorang anak kecil yang berpenampilan compang-camping sehingga banyak orang yang di dalam angkutan tersebut memiliki belas kasihan dan memberikan uang kepada anak tersebut ketika dia selesai bernyanyi. Apakah yang membedakan dua orang pengemis ini, yaitu bahwa anak kecil tersebut sangat membutuhkan, dengan penampilan dan keadaannya yang benar-benar menunjukan bahwa dia pengemis. Berbeda dengan seorang pemuda yang berpenampilan bagus.

Rasul Paulus mengingatkan kepada Timotius bahwa dalam jemaat ada  orang yang benar-benar janda, yang tidak mempunyai anak/suami.mereka yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya hanya kepada Allahdan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam (ay 5).” Mereka yang harus di perhatikan dalam jemaat karena tidak ada lagi yang membiayai hidup mereka selain daripada gereja yang bertanggung jawab akan kebutuhan mereka. Dan ada juga janda muda tetapi mereka masih bisa mengusahakan kehidupannya, sehingga diingatkan kembali ketika ada janda yang masih muda hendaklah mereka kawin lagi sehingga mereka tidak merusak kehidupan orang lain.

Mari kita sama-sama belajar untuk memperhatikan orang yang di sekitar kita dan peduli kepada mereka yang berkekurangan. Sebab, Allah sudah terlebih dahulu peduli kepda kita. masih banyak mereka yang membutuhkan, mungkin kita tidak mempunyai banyak harta atau sesuatu untuk membantu mereka, tetapi kita masih punya tenaga dan waktu untuk membantu mereka.


Thursday, June 7, 2018

Jangan Kompromi


1 Timotius 5:1-2


Ada seorang muda yang bergaul dengan orang yang sudah dewasa dan memiliki kebiasaan yang tidak benar kesehariannya, mereka membujuk anak muda ini untuk mengikuti kehidupan mereka, tetapi anak muda ini berani untuk mengatakan tidak, dan malahan dia merberi contoh yang baik kepada mereka serta menegur sebagai orang yang muda, sehingga mereka bisa menerima tegurannya.

Rasul Paulus mengingatkan kepada Timotius yang masih muda untuk menegur, orang yang muda maupun yang lebih tua darinya, tetapi dengan kasih bukan dengan nada kasar. Timotius tidak kompromi dengan hal yang tidak benar tetapi dia menjadi teladan.

Sikap kita harus berdampak buat orang di sekitar, kita harus memiliki sikap yang tegas bukan berati sikap tegas itu keras, tetapi kita bisa teguh dalam pendirian yang benar dan memberikan teladan kepada orang yang lebih tua dari kita sekalipun, mereka akan lebih menghargai jika kita juga memiliki sikap yang tidak kompromi.

Mari kita belajar untuk mengatakan tidak kepada kompromi, tetapi kita harus menjadi teladan sebagai orang yang percaya.