Wednesday, October 31, 2018

Bertemu Dengan Yesus


Bacaaan Alkitab: Matius 2:1-11

Ketika anda ingin bertemu dengan seseorang, pasti anda mempunyai tujuan tertentu bukan? Entah itu mau curhat, meminta sesuatu, atau memberikan sesuatu. Begitu juga dengan Orang Majus dan Herodes, mereka dua-duanya ingin bertemu dengan Yesus tapi tujuan mereka berbeda.
Herodes adalah orang Edom yang diangkat menjadi raja atas Yudea oleh Kaisar Augustus dan Antonius, penguasa Romawi ketika itu. Herodes sangat jahat dan keji. Meskipun demikian, ia digelari Herodes yang Agung. Ketika dia mendengar bahwa Yesus telah lahir maka dia ingin mencariNya serta ingin membunuhNya karna dia takut jika Anak yang baru lahir tersebut akan merebut posisnya sebagai, akan tetapi dia juga tidak menemukan dan akhirnya memaksa dia untuk membunuh anak-anak yang dibawah umur 2 Tahun. Orang-orang majus ini dalam Injil mereka disebut Magoi  —  ahli sihir, ahli kekuatan gaib. Sebagian memahami sebutan ini dalam arti yang positif. Bagi orang Persia, para Magi merupakan ahli filsafat dan imam mereka. Mereka tidak akan mengakui siapa pun sebagai raja bila orang tersebut tidak menjadi anggota kaum Magi terlebih dulu. Orang majus ini berasal dari daerah yang sangat jauh. Ketika mereka melihat bintang mereka bergegas pergi untuk bertemu dengan seorang Anak yang lahir itu yang telah di nubuatkan sebelumnya. Disini kita bisa melihat usaha mereka untuk bertemu dengan meskipun di tengah jalan mereka harus melakukan perjalan yang jauh dan bahkan bertemu dengan binatang buas di jalan tapi itu semua tidak membuat semangat mereka pudar untuk bertemu dengan Yesus. Tujuan mereka bertemu dengan Yesus sangat jelas, yaitu mereka mau melihat, menyembahNya sehingga mereka membawa persembahan yang berupa emas, kemenyang dan mur kepada Tuhan.
Kadang-kadang juga kita sama dengan Herodes, mencari Tuhan dengan tujuan yang salah sehingga kita tidak menemukan. Tetapi alangkah baiknya kita seperti orang Majus yang ingin bertemu dengan Tuhan karna mereka mempunyai Tujuan yang baik yaitu menyembah Dia.

“Tujuan yang baik pasti memberi hasil yang baik juga” _FYZ

Tuesday, October 30, 2018

Ketulusan Hati Yusuf

Bacaan Alkitab: Matius 1:18-25

Ketika sebuah masalah datang menghampiri kita, dan masalah tersebut adalah masalah yang sangat luar biasa. Sehingga, kita berpikir bahwa kita tidak sanggup lagi menghadapinya dan bahkan kita sering berfikir bahwa lebih baik jika hidup ini berakhir saja. Ketika kita mengeluh apakah itu bisa menyelesaikan masalah? Tentu tidak. Tapi apa yang dilakukan Yusuf ketika dia mengalami masalah yang sangat besar, dimana tunangannya Maria harus hamil terlebih dahulu sebelum mereka menikah.
Yusuf adalah anak dari Yakub (Mat. 1:16) dia adalah tunangan Maria dan akan menikah dengan Maria. Akan tetapi salah satu masalah yang dia hadapi adalah ketika Maria harus hamil sebelum mereka nikah. Disini Yusuf mengalami pergumulan yang sangat luar biasa bahkan dia ingin menceraikan istrinya (Maria) secara diam-diam. Akan tetapi Yusuf tidak melakukan hal tersebut karna dia adalah seorang yang tulus hati. Tulus hati yang dimaksud disini adalah orang yang  benar, adil, baik, jujur, itulah sifat yang dimiliki oleh Yusuf. Ketika dia bergumul tentang masalah yang sedang dia alami tersebut, maka malaikat Tuhan datang kapadanya melalui mimpi dan berkata kepada Yusuf supaya dia tidak takut mengambil Maria sebabagai istrinya, sebab anak yang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus, (Mat. 18:20-23). Ketika dia mendengar perkataan malaikat tersebut maka dia berbuat demikian seperti yang di perintahkan kepadanya (ayat 24). Disini kita bisa melihat ketulusan hati Yusuf bahwa dia adalah seorang yang  benar, adil, baik, jujur,yaitu dia menikahi Maria sesuai yang diperintahkan Malaikat Tuhan kepadanya dan bahkan di ayat 25 dikatakan “tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus”. Sikapnya ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang pria yang mempunyai ketulusan hati. Karna  dari ketulusan hati Yusuf dan dia menerima Maria sebagai istrinya. Maka lahirlah Sang Juruslamat yang disebut Mesias.
Sungguh luar biasa ketulusan hati Yusuf, sehingga masalah yang dia hadapi dapat terselasaikan. Alangkah baiknya jika semua orang percaya memiliki hati yang tulus seperti yang dimiliki Yusuf. Karna ketika kita memiliki hati yang tulus maka pada saat kita mengalami sebuah masalah, sebesar apapun masalah itu kita bisa melaluinya bersama dengan Tuhan. Sebab kita yakin dan percaya ada rencana Tuhan yang lebih luar biasa di balik semuanya itu.


"Setiap Masalah Yang Anda Alami, Pasti Ada Rencana Tuhan Yang Indah" (fyz)


Monday, July 16, 2018

Percaya Kepada Tuhan Dengan Sungguh-sungguh

Bacaan Alkitab: Ibrani 6:1-8

Ada seorang anak muda yang belajar tentang agama yang pasti tentang Tuhan, tetapi dia tidak percaya kepada Tuhan dan tidak yakin bahwa adanya Tuhan. Pada saat dia memfitnah orang dan menceritakan orang tersebut kepada orang lain, tentang kejelekan yang belum tentu itu benar. Tetapi dia tidak tenang akan apa yang telah dia perbuat, dia minta maaf sama orang tersebut dan minta ampun kepada Tuhan, tetapi dia masih ada rasa takut. Setelah diselidiki ternyata dia tidak percaya kepada Tuhan yang telah mengampuni dia.

 Dalam pembacaan kali ini mengingatkan kita bahwa kita harus percaya kepada Tuhan, karena jika kita sudah bertobat dan benyak mengecap karunia Sorgawi yang dan pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus dan mendapat Firman yang baik, haruslah kita menerimanya dan mau Percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan meninggalkan kehidupan kita yang lama karena Tuhan telah meti di salib untuk menyelamatkan kita dan menebus kita. dalam 1 Yohans 1:9 "jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalh setia dan adil, sehingga Ia akan menggampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan".

Mari kita mau percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan meninggalkan pikiran-pikiran duniawi yang selalu menghantui dan membuat kita merasa bersalah akan dosa kita.

Thursday, July 12, 2018

Dewasa Rohani


Bacaan Alkitab: Ibrani 5:11-14

Seorang bayi yang diberi makanan keras, pastilah ia tidak akan bisa memakannya apalagi mau mencernakanya. Begitu juga sebaiknya orang dewasa yang makan makanan anak kecil pasti dia bisa juga dikatakan memiliki keperiadian yang khusus. Dan pasti sulit untuk bisa bertumbuh secara fisiknya.

Dalam pembacaan kita kali ini mengingatkan kita bahwa setiap orang yang bisa dikatakan dewasa bukan hanya dilihat dari fisiknya atau dari luarnya. Kita juga harus melihat dari kebiasaannya. Terlebih melihat imannya, orang yang bisa dikatakan dewasa ialah orang yag bisa membedakan mana yang baik dan jahat. Sehingga tidak gampang terpengaruh oleh orang-orang disekitarnya yang berniat mengajarkan yang tidak benar. Oleh sebab itu sangat perlu diajarkan hal-hal yang keras sekalipun, dan harus bijak dalam mencerna setiap ajaran yang di berikan.

Jadilah orang yang selalu bertumbuh dalam kerohanian kita, sehingga tidak gampang terpengaruh dengan godaan dunia yang menggiurkan.

Wednesday, July 11, 2018

Yesus Imam Yang Agung

Bacaan Alkitab: Ibrani 4:14-16

Kebanyakkan pada zaman now, orang-orang ketika mengalami sebuah masalah atau apapun mereka pertama-tama datang kepada dukun. Dukun bagi mereka sangat penting, karna langsung ada jawaban atas penderitaan yang mereka alami saat ini.

Pada zaman dulu, orang Israel ketika mereka mau berdoa kepada Tuhan harus melalui imam-imam. jadi, ada suatu ruangan yang disebut ruang maha kudus. Para imam-imam lah yang hanya bisa datang diruangan itu. Akan tetapi, sekarang kita bisa langsung datang kepada Tuhan untuk berdoa tanpa perantara melalui para imam. Sebab imam kita sekarang adalah imam yang agung yang telah melintasi semua langit. Dia adalah Yesus Kristus, sang juruslamat kia.

oleh karena itu, ketika kita punya masalah bukan kepada dukung kita datang tetapi kepada Yesus sang imam yang agung. karna Dia lah yang tau semua tentang solusi masalah yang kita hadapi. Jadi, kita harus benar-benar beriman kepada Dia serta yakin dan percaya.

Tuesday, July 10, 2018

Kuasa Firman


Bacaan Alkitab: Ibrani 4:1-13

Seorang anak muda yang suka melawan dan tidak mau nurut sama orangtuanya, suatu ketika dia diajak temannya di persekutuan dan kebetulan mendengar khotbah tentang menghormati orangtua. Disitu dia baru sadar dan mau bertobat. Pulang kerumah dia langsung minta maaf sama orangtuanya dan berjanji akan nurut.

Dalam pembacaan ini, bahwa kita harus mau ditegur dan mau menerima perkataan fiman yang menyadarkan kita tentang apa yang di dalam hidup kita, dan firman Tuhan tidak pernah salah dalam mengingatkan kita akan kesalahan yang pernah kita buat. Kuasa firman Tuhan yang sangat hebat dikatakan dalam ayat 12, firman Allah adalah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun yang menusuk amat dalam, sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi dan sumsum, dan juga sanggup membedakan pertimbangan dan pemikiran hati kita.

Oleh sebab itu jika kita di tegur dan di ingatkan oleh firman Tuhan, janganlah keraskan hati dan haruslah mau menerima dan bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan.