Thursday, April 4, 2019

Pentingnya Hadirat Tuhan

Bacaan Alkitab:  1 Samuel 4:3-5




Ibrani 9:24 “sebab Kristus bukan masuk kedalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi kedalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita”

Tabut perjanjian merupakan peralatan keagamaan penting di Israel. Dibuat di Sinai dibawah penguasaan Musa pada waktu dia memimpin bangsa Israel kelur dari Mesir, Tabut itu mewakili kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. Kemudian didalam 1 Samuel pasan 4 ini mrnggambarkan begitu pentingnya hadirat dan kuasa Tuhan hadir di tengah-tengah orang Israel pada waktu mereka mengalami pertempuran yang hebat orang Israel dengan orang Filistin waktu itu.
Pertempuran yang hebat bersebut yang menewaskan kira-kira empat ribu orang (ay 2) dan ketika Tabut Tuhan itu sudah ada ditangan orang Israel yang awalnya mereka berpikir ketika Tabut Tuhan ada titangah-tengah mereka akan bisa mengalahkan orang Filistin tetapi pada kenyataannya, gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki (ay 10). Bangsa Israel yang memang sudah merasa mengadalkan Tabut Tuhan mereka akan menang ketika menghadapi orang Filistin, tetapi mereka justru menganggap tabut itu hanyalah sebagai symbol saja dan mereka memandang Tabut Tuhan itu hanyalah sebagai pawang supaya mereka menang dalam medan pertempuran. tetapi mereka tidak merasakan hadirat Tuhan yang ada hadir dalam situasi yang mereka hadapi.
Padahal orang Israel menang atau kalah Tuhan tetap hadir ditengah-tengah mereka, hanya saja mereka terlalu melihat dari fisik Tabutnya saja tetapi tidak merasakan kuasanya yang sanggup menyatakan kemuliaan ditengah mereka. Marilah kita masuk kedalam hadirat Tuhan dan merasakan kemuliaan dan kuasa-Nya yang bekerja.

Ketika dalam hadirat Tuhan kita tidak akan goyah justru sebaliknya kita akan merasa aman.

Wednesday, April 3, 2019

Puji Tuhan Sebagai Rasa Syukur

Bacaan Alkitab: 1 Samuel 2:1-10

Mazmur 34:2 “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku”.




Hana ialah seorang perempuan yang mandul, tetapi ia datang kepada Tuhan karena ia merasa sangat menderita, karena ia tidak mempunyai anak seperti Penina yang mempunyai anak. Meskipun dalam kesedihannya ia pun tidak menceritakannya kepada Elkana suaminya, kemudaian Hana berdoa dengan sungguh-sungguh dan doanyapun didengar oleh Tuhan.
Hana menaikan pujiannya kepada Tuhan yang telah mendengarkan doanya, yang tadinya dia adalah seorang perempuan yang mandul kini Tuhan telah memberikan kepadanya seorang anak. Hana memuji Tuhan dengan mengagungkan nama-Nya. Hana sangat bersukacita karena Tuhan memperhatikan keluh kesahnya. Itu sebabnya dia memuj Tuhan dengan sikap yang mengagungkan dan sebagai seorang yang mengenal Tuhan-Nya. Pujian ini juga sebagai rasa ucapan syukur Hana kepada Tuhan. Kita melihat bahwa Hana begitu dekat dengan Tuhan sehingga ketika ia diberkati dengan seorang anak ia tidak melupakan Tuhannya justru ia mengagungkan Tuhan.
Biasanya, orang datang kepada Tuhan hanya ingin menerima berkat setelah itu lupa dengan apa yang sudah diberikan kepada kita dan bahkan kita lupa dengan Tuhan. Biarlah pujian Hana tersebut menjadi teladan bagi kita, dimana ketika kita menerima berkat dari Tuhan tidak lupa mengucap syukur kepada-Nya.

Jadikanlah, memuji Tuhan sebagai gaya hidup

Peka Terhadap Suara Tuhan



Bacaan Alkitab: 1 Samuel 3:1-21
1 Samuel 3:9 "Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya."
Pernahkah nama saudara dipanggil ketika sedang berjalan? Dan ketika nama anda dipanggil dan menoleh kebelekang, ternyata tidak ada sama sekali orang. Dan kejadian itu terus berlangsung. Dengan demikian anda pasti mulai kesal, bukan? Itulah yang dialami oleh Samuel, ketika dia sedang tidur, ada suara yang memanggil dia dan membuat dia terbangun. Akan tetapi, ketika dia terbangun suara itu tidak ada lagi.
Ketika ada suara yang memanggil Samuel yang berkata demikian “Samuel! Samuel!” dia langsung bangun dan dia pikir yang memanggil dia adalah Imam Eli, karna pada waktu itu Samuel tinggal dalam Bait Suci. Tiga kali Samuel dibangunkan dari tidur di tengah malam. Dan Tiga kali ia terjaga, bertanya kepada imam Eli karena menyangka Eli yang memanggilnya. Imam Eli menyuruh Samuel, jika ada suara demikian maka kamu jawab “Berbicaralah Tuhan sebab hamba-Mu ini mendengar.” Ketika ada suara yang memanggil namanya lagi, Samuel melakukan seperti yang diperintahkah Imam Eli kepadanya. Sehingga, pada akhirnya Tuhan berfirman kepada Samuel.
Pertanyaannya bagi kita sekarang, apakah kita sudah peka terhadap suara Tuhan atau masih belum? Salah satu cara supaya kita bisa peka terhadap suara Tuhan adalah izinkan firman-Nya bekerja dalam hidup kita sehingga itu yang menguasai kehidupan kita.

Ketika kita Peka maka kita tidak akan salah langkah

Monday, April 1, 2019

Rahasia di Balik Doa Hana

Bacaan Alkitab: 1 Samuel 1:9-20 



Yak 5:16 "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."


                Dalam kehidupan begitu banyak hal-hal yang membuat kita semua berfikir bahwa kita tidak sanggup lagi. Kadang kita sering berfikir bahwa Tuhan itu tidak pernah adil dalam hidup ini. Kalau memang adil kenapa saya harus mengalami hal yang demikian, sehingga para tetangga saya menetawarkan saya. Rasa malu ini mau di taruh dimana, Tuhan? Itulah yang dialami Hana istri dari Elkana, dia  adalah seorang perempuan yang mandul. Hana sering disakiti oleh madunya, sehingga hatinya gusar. Lalu dalam hal ini yang dilakukan oleh Hana adalah hanya bisa berdoa kepada  TUHAN.
                Hana adalah seorang yang setia kepada TUHAN, dimana setiap tahun dia pergi ke Silo untuk mempersembakan korba kepada TUHAN (ay.3). Karna dia sering disakiti oleh madunya, maka Hana terus berdoa kepada TUHAN. Setiap kali dia berdoa, Hana berdoa sambil menangis tersedu-sedu. Ini membuktikan bahwa Hana berdoa dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN dan bukan hanya menangis bahkan dia bernazar kepada TUHAN bahwa ketika dia mendapatkan anak tersbut maka dia akan memberikan anaknya kepada TUHAN seumur hidupnya. Jadi, dalam hal ini Hana benar-benar merindukkan seorang anak. TUHAN tidak hanya diam saja, TUHAN mendengar doa Hana sehingga ketika hana dan dan Elkana bersetubuh TUHAN mengingat dia dan pada akhirnya Hana juga melahirkan seorang anak yang bernama Samuel, artinya “ aku telah memintanya dari pada TUHAN.”
                Rahasia doa Hana adalah dia meminta kepada TUHAN dengan sungguh-sunggu sambil bernazar kepada TUHAN. Marilah kita menjadi seperti Hana, ketika kita sedang mengalami sebuah tekanan yang membuat kita sakit hati dan bahkan membuat kita tersiksa. Datanglah kepada TUHAN, berdoalah kepada TUHAN dengan sungguh-sungguh maka TUHAN akan memmberi jawaban pada waktu yang tepat.

Jangan pernah berhenti berdoa, karna doa adalah nafas kehidupan orang beriman.